
PALEMBANG, PesirahNews.co.id – Tokoh Pemuda Kota Lubuklinggau Muhammad Syahrafiuddin selaku Direktur PT Asya Syila Nusantara sekaligus Ketua Badan Semi Otonom BPD HIPMI Sumatera Selatan Export Import angkat bicara di Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan, Kamis (5/3/2026).
Mengangkat Tema ” Upaya Peningkatan Akses Pembiayaan dan Jasa Keuangan Lainnya Kepada Pelaku Usaha komoditas Kelapa Sumatera Selatan “
M Syahrafiuddin karib disapa Raffi menilai bahwa tren ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pemasok utama produk kelapa di pasar global.
Menurutnya, saat ini permintaan terhadap produk turunan kelapa seperti santan, kelapa parut kering (desiccated coconut), minyak kelapa, hingga berbagai produk olahan lainnya terus mengalami peningkatan.
“Permintaan kelapa dan turunannya saat ini sangat tinggi, baik dari pasar domestik maupun dari pasar ekspor. Banyak negara yang terus mencari pasokan produk turunan kelapa dari Indonesia karena kualitasnya yang dikenal baik dan memiliki daya saing di pasar global,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tingginya permintaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pada sisi produksi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah banyaknya tanaman kelapa yang sudah memasuki usia tua dan mengalami penurunan produktivitas.
“Jika tidak ada langkah serius dalam melakukan peremajaan tanaman kelapa, maka dalam beberapa tahun ke depan kita berpotensi menghadapi tantangan pada sisi ketersediaan pasokan,” jelasnya.
Karena itu, Raffi menyambut baik inisiatif yang tengah didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat skema pembiayaan untuk sektor perkebunan kelapa, termasuk melalui program peremajaan dan penanaman kembali.

Menurutnya, dukungan pembiayaan yang terstruktur sangat penting untuk mendorong para petani melakukan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif. Dengan adanya penanaman baru dan program peremajaan, diharapkan produksi kelapa nasional dapat meningkat secara berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
“Program peremajaan ini sangat penting, karena hasil dari penanaman baru nantinya akan menjadi fondasi pasokan kelapa Indonesia di masa depan. Dengan produksi yang lebih terjaga, stabilitas harga di tingkat petani juga bisa lebih terjamin,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan produksi kelapa juga akan memberikan kepastian yang lebih baik bagi rantai pasok industri, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk pasar ekspor.
“Jika pasokan kelapa terjaga dengan baik, maka industri pengolahan, eksportir, hingga pembeli di luar negeri juga akan memiliki kepastian dalam rantai pasok. Ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar global terhadap komoditas kelapa Indonesia,” tambah Raffi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, serta para petani dalam membangun ekosistem kelapa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kelapa adalah komoditas strategis yang memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional. Dengan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis Indonesia dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan produk kelapa di dunia,” pungkas Raffi.(PN)
